Cinta Bagiku Hanyalah Sebuah Ujian.. | |
 Alkisah dahulu kala hiduplah seekor merpati putih yang selalu ceria riang gembira, sang merpati kerap berkelana keluar dari sarangnya, terbang dan bebas mengiringi hembus angin dalam siraman mentari pagi, dan ketika saatnya harus kembali ke sarang, ia pun kembali ke alamnya, dari hiruk pikuknya dunia yang fana ini. Suatu hari, sang merpati terbang ke sebuah pedesaan yang cukup jauh dari sarangnya. di sana ia bertemu dengan seorang petani yang setiap h arinya mengurus sawah-sawahnya. Si petani yang kesehariannya sibuk ini akhirnya meluangkan waktunya untuk berbicara dengan merpati.
"Wahai merpati.. sebenarnya apakah yang kau cari selama ini?" ujar si petani.  "Aku adalah merpati, aku terbang berkelana, kemanapun aku pergi, kemanapun aku suka." jawab merpati "Aku tidak punya teman, maukah kau tinggal bersama ku? akan kusediakan makanan yang berlimpah.." kata si petani Merpati pun terdiam sejenak, sambil memikirkan tawaran si petani tadi, dia teringat akan susahnya mencari makanan sehingga tidak jarang disaat dia terbang seharian, merpati ini tidak men dapatkan makanan apapun. "Baiklah.. aku akan tinggal disini, dan kita hidup bersama." sahut merpati setelah berpikir sejenak. Hari-hari persahabatan mereka pun dimulai, petani akhirnya menemukan teman untuk bicara, untuk berbagi, dan merpati pun tidak haru s terbang jauh untuk menemukan ma kanan, adapun dia terbang hanya untuk mencari udara segar dan melatih sayap-sayapnya di setiap paginya.  Suatu hari, ntah mengapa si petani tampak kesal kepada merpati, dia berharap si merpati tetap berada disampingnya.. tidak perlu terbang lagi karena makanan sudah tersedia, maka si petani tadi menggenggam erat merpati dengan tangannya. "Jangan tinggalkan aku, tetaplah di sini bersamaku, aku tidak mau kehilanganmu." ujarnya. "Apa yang kau lakukan? kenapa bisa seperti ini ?" tanya merpati dengan raut ketidakpuasan. Hari demi hari berlalu, si petani tak melepaskan genggamannya. Di saat dia bertani, tangan kanannya memegang pacul, dan tangan kirinya tetap menggenggam merpati, disaat petani beristirahat dan tertidur, tangannya tetap menggenggam erat merpati seakan tidak mau sedetikpun kehilangan waktu untuk bersama merpati, dan disaat merpati diberikan makanan, tubuh merpati pun tetap dalam genggaman petani. Suatu hari, merpati tampak lunglai, tubuhnya tak mampu berdiri, badannya bergetar, sayapnya melemah, matanya sayu, dan paruhnya tertutup rapat. "Ada apa denganmu?" tanya petani, merpati t ak menjawab, dan tak mampu menjawab. "Apakah kau sakit?" kembali petani bertanya, dan tetap menggenggamnya erat. Mata merpati kian sayu dan mulai tertutup sedikit demi sedikit, nafasnya pun terengah-engah. "Jangan tinggalkan aku..! jangan tinggalkan akuuu..!!" teriak petani diiringi air matanya yang menetes dan hatinya teriris pedih Ada getaran yang terlintas dari paruh merpati putih, seakan mencoba untuk mengatakan sesuatu. Petani pun mendekatkan telinganya ke merpati, dan berusaha mendengar..  "Le.. Lep.. Lepas.. Lepaskan.. A..Aa.. Aku.." bisik merpati. Dengan air mata yang berurai, akhirnya si petani melepaskan genggamannya dari tubuh merpati. Perlahan merpati mulai membuka matanya, air mukanya mulai membaik, sayapnya pun mulai mengepak ringan, akhirnya merpati terbang ke pundak petani dan berbisik. "Jangan lakukan itu, kau serasa membunuh kehidupanku.." "Mengapa tidak kau katakan sebelumnya?" ujar petani, dengan isak tangis yang mulai mereda.  "Aku adalah merpati, biarkanlah aku terbang tinggi, biarkanlah sayapku terbuka, biarkanlah aku mengelilingi dunia.." ".. dan pada akhirnya aku akan tetap kembali ke sini.. ke tempatmu.. dan menemanimu.." "Aku tidak akan meninggalkanmu.." ujar merpati seraya mengakhiri pembicaraannya. Dan dimulailah hari-hari baru, kekhawatiran si petani tidaklah berujung, ketakutanan akan kehilangan hanyalah ilusi, bahkan merpati membawa teman-temannya untuk berkunjung ke tempat petani, rombongan merpati itu menari bersama dan menemani kesehariannya. Petani pun akhirnya tampak riang gembira.  Petani akhirnya sadar, bahwa biarkanlah merpati bebas karena dia tidak akan meninggalkan tempat ini.. biarkanlah merpati terbang tinggi, biarkanlah merpati mengepakkan sayapnya, biarkanlah merpati berkelana.. karena pada akhirnya dia akan tetap kembali ke pundak petani.. dan kembali menghabiskan waktu bersama. [maulidy]
 ................... ...Akhirnya... ................... akhirnya.. dia tidak sendiri lagi... akhirnya.. dia mendapatkan pasangan hidupnya.. akhirnya.. dia bersama lagi...
January 2008 Introduction The Nikon 16-85mm VR is an excellent all-purpose lens for every DX digital camera, like the D300, D60 and D40. It also works fine on the D3, since the D3 automatically switches to DX mode with this lens. Specifications
Name: Nikon calls this the AF-S DX NIKKOR 16-85mm f/3.5-5.6G ED VR. Focal Length: 16-85mm. Used on a DX camera it gives angles of view similar to what a 24 - 125mm lens would give on an FX or 35mm film camera. See also Crop Factor. Optics: 17 elements in 11 groups. Two of these are of ED glass, and three of these are aspherical. Nikon's SIC super integrated multi coating. Vibration Reduction? Yes, VR II, for which Nikon claims a four-stop potential improvement. Diaphragm: 7 blades, rounded. Stops down to f/22-36. Instant Manual Focus Override? YES, just turn the ring. Close Focus: 1.3 feet (0.38m). Maximum Reproduction Ratio: 1:4.6. Distance Scale? YES. Depth-of Field Scale? no. Infra-Red Focus Index? no. Filter Thread: 67mm. Size: 3.35" long by 2.83" diameter (85 x 72mm). Weight: 17.1 oz. (485 g). Hood: HB-39 plastic bayonet. Nikon Product Number: 2178, in catalog as of spring 2008. Announced: 28 January 2008. Available: Predicted for March 2008 in the USA. Price: $690 (USA). The 18-200mm VR sells for the same price. Performance Distortion Distortion, at first try, seems much less than the 18-200mm VR. If you are troubled by the distortion of the 18-200mm, then this could be a good reason to get this 16-85mm instead. Zooming Zooming, on the prototype I used, is firm. There's no creep as some people see with their 18-200mm lenses. Zooming is also wonderfully well spaced, making precise composition easy at every focal length range. Sharpness Nikon rates the sharpness (MTF) as good; about the same as the 18-200mm VR. Recommendations
The price is the same as the very similar 18-200mm VR. For most people, the 18-200mm is more flexible. This 16-85mm appears to have much less distortion and less potential for zoom creep. I love wides, so I use the dedicated 12-24mm DX for wide angles. 16mm vs 18mm isn't that big a deal, at least not compared to 12mm. I'd get this lens if you want the slightly wider wide angle or less distortion, otherwise, I'd get the 18-200mm VR. [Harusnya ini masuk di kolom REVIEW, tapi berhubung yg nge-review Oom Ken, dan saya hanya menyadurnya, jadi ya masuk blog aja deh wakakakaka....] [maulidy] *sumber - htpp://kenrockwell.com *
 Seems like it was yesterday when I saw your face.. You told me how proud you were, but I walked away.. If only I knew what I know today.. I would hold you in my arms I would take the pain away Thank you for all you've done Forgive all your mistakes There's nothing I wouldn't do To hear your voice again Sometimes I wanna call you But I know you won't be there I'm sorry for blaming you For everything I just couldn't do And I've hurt myself by hurting you Some days I feel broke inside but I won't admit Sometimes I just wanna hide 'cause it's you I miss And it's so hard to say goodbye When it comes to this.. Would you tell me I was wrong? Would you help me understand? Are you looking down upon me? Are you proud of who I am? There's nothing I wouldn't do To have just one more chance To look into your eyes And see you looking back If I had just one more day I would tell you how much that I've missed you Since you've been away it's dangerous.. It's so out of line To try and turn back.. time.. I'm sorry for blaming you For everything I just couldn't do And I've hurt myself by hurting you
[Christina Aguilera - Hurt]
Kalo cowok ganteng...
Ini sebenernya arsip lama, forward-an dari seorang temen di FS, setelah ta baca2 lagi, jadi ketawa2 sendiri.. [gw emg aslinya gila kok, suka ketawa sendiri]
alhasil ta re-write n sambil ngayal2 sendiri eh tambah jadi 4 paragraf.. ah.. ta share aja.. why not?
Kalo cowok ganteng pendiam cewek2 bilang: woow, cool banget... kalo cowok jelek pendiam cewek2 bilang: ih kuper...
kalo cowok ganteng jomblo cewek2 bilang: pasti dia perfeksionis kalo cowok jelek jomblo cewek2 bilang: udah jelas...kagak laku...
kalo cowok ganteng berbuat jahat cewek2 bilang: nobody's perfect kalo cowok jelek berbuat jahat cewek2 bilang: pantes...tampangnya kriminal
kalo cowok ganteng nolongin cewe yang diganggu preman cewek2 bilang: wuih jantan...kayak di filem2 kalo cowok jelek nolongin cewe yang diganggu preman cewek2 bilang: pasti premannya temennya dia...
kalo cowok ganteng dapet cewek cantik cewek2 bilang: klop...serasi banget... kalo cowok jelek dapet cewek cantik cewek2 bilang: pasti main dukun...
kalo cowok ganteng ngaku indo cewek2 bilang: emang mirip-mirip bule sih... kalo cowok jelek ngaku indo cewek2 bilang: pasti ibunya bapaknya robot...
--------------
kalo cowok ganteng nyetir mobil mahal cewek2 bilang : dah ganteng.. tajir pula.. kalo cowok jelek nyetir mobil mahal cewek2 bilang : jemput majikannya di mall...
kalo cowok ganteng pake underwear CK yg fresh green cewek2 bilang : sekseehhh... kalo cowok jelek pake underwear CK yg fresh green cewek2 bilang : koloooor ijooooooooo...!! *sambil pd ngacir*
kalo cowok ganteng naik onthel bawa panci cewek2 bilang : pasti lagi syuting sinetron kalo cowok jelek naik onthel bawa panci cewek2 bilang : kang, 4 kali bayar bisa?
kalo cowok ganteng ngutak atik laptop cewek2 bilang : designer ya.. kalo cowok jelek ngutak atik laptop cewek2 bilang : sok pinter..
kalo cowok ganteng naik motor butut cewek2 bilang : oowh.. soooo low profile... kalo cowok jelek naik motor butut cewek2 bilang : ojek..!!
kalo cowok ganteng fitnes cewek2 bilang : hidup sehat + sixpack.. sekseeeehh.. kalo cowok jelek fitnes cewek2 bilang : wajar, kuli..
kalo cowok ganteng jogging pake iPod cewek2 bilang : sporty bgttt.. kalo cowok jelek jogging pake iPod cewek2 bilang : maliiiiing...!
kalo cowok ganteng bawa bunga cewek2 bilang : soo sweeeet.. pasti buat ceweknya kalo cowok jelek bawa bunga cewek2 bilang : ada yg meninggal ya? mo dianter kemana bunganya ya? *sambil bisik2*
kalo cowok ganteng komen di MP cewek cewek2 bilang : pujangga.. kunjungan balik aah.. kalo cowok jelek komen di MP cewek cewek2 hening, plus tulisan "Comment deleted at the request of the author."
kalo cowok ganteng bisa terbang cewek2 bilang : bring me with you... kalo cowok jelek bisa terbang cewek2 bilang : kodok kurap kok loncatnya bisa tinggi banget ya..
kalo cowok ganteng nulis blog n ngasi liat ke cewek cewek2 bilang : oohh.. romantisnya.. kalo cowok jelek nulis blog n ngasi liat ke cewek cewek2 bilang : maaf mas, sumbangan harus izin RT setempat..
kalo cowok ganteng gondrong kriwil cewek2 bilang : aihh cuek banget.. bikin penasaran kalo cowok jelek gondrong kriwil cewek2 bilang : sarang kecoak..
kalo cowok ganteng dipotret cewek2 bilang : waw.. model dari jkt ya.. kalo cowok jelek dipotret cewek2 bilang : pasti street photography, motret gembel..
kalo cowok ganteng motret cewek2 bilang : cool.. fotografer profesional.. kalo cowok jelek motret cewek2 bilang : mas, itu kambingnya lepas satu.. diurus dulu, sok wartawan lu..
[begitulah... di dunia ini, terlalu banyak kebohongan tertunda...]
[maulidy]
Berlibur.. Hari Pertama.. Eksperimen abissss, alhasil.. kamar basah sah saaahhh.. Cipratan air sampe ke dinding, rak buku [ada buku juga tho dikamarku?] dan hampir sebagian isi kamar tidak luput dari eksperimen air ku...
Air bikin seru..!!
Ga usah banyak omong.. ini sket eksperimennya, Klik untuk view larger size [di klik lho.. bukan dibawa ke mak erot..] :
  Keterangan : - Gelas berisi air sepermukaan [sepenuh2nya] ditaroh di atas penyangga [dari bekas kaleng susu] - Kaleng susu ditaroh di dalam baskom, biar ga tll becek karena air2 yang tumpah ruah.. - Kamera diletakan sesuai kemampuan lensa dan efek yg anda inginkan, kebetulan saya cuma ada Kit yg siap diobok2 [soale yg laen lensa temen, ga berani euy.. takut kenapa2, peace ya Jeff, aman kok] - Kamera di taroh di atas kotak ato apapun agar posisi lensa fokus tepat di permukaan gelas yg berisi air - Di belakang objek, digelar kain hitam, karena ga punya, jadi pake baju kaos item kesayangan gw.. [hiks untungnya dah kotor n siap dicuci] - Fill in dari sebelah kanan kamera, tepat disisi objek, tapi di bounce ke tembok.. untuk efek soft n kain hitam [baju-nya] ga perlu terekspos - Reflektor [pengennya, tp ga ada, ya udah pake cermin kaca aja..] di taroh di sebelah kiri objek [tegak lurus terhadap bouncing flash n tembok kanan] agar detil air ttp terjaga [maunyaaa..!!] Hal tersulit adalah ketika harus nge-take dalam keadaan gelap gulita.. disaat itu : - Posisi tangan kanan memegang Flash analog bulukan yg harusnya sudah masuk meseum.. - Posisi tangan kiri menekan bulp shutter, karena ga punya remote cable release.. - trus gimana cara jatuhin batere nya?? - Ya udah, batere ta taroh di mulut dengan posisi digigit [bagi anda yg blm pernah ato pengen nyoba ato udah pernah n pengen nyoba lagi HATI HATI, batere 9V bisa bikin nyetrum, kalo anda ga cukup gila.. cukup dengan buah.. seperti biasa kebanyakan orang nge-still life]
Namanya juga eksperimen, berkali2, jatuh bangun, nyalain lampu, set fokus manual, coba lagi, basah lagi, lap lagi, basah lagi, lap lagi, isi air, habis, isi lagi.. geser gelas, geser kamera, geser fokus... aaaaaaarggghhh... [terus berjuang Yan !!]
Lempar batere, meleset.. coba lagi, target pas tp flash keduluan hayyahhh.. coba lagi.. ehh jatuhnya disamping gelas.. coba lagi.. hayyaaah salah pencet flash [kepencet power e bro] gelap lahhh!! coba lagi.. coba.. coba lagi... istirahat dulu.. matiin kameranya, kata cintaku klo nge-bulb bikin sensor panas, jadi istirahat dulu... Coba lagii.. hajar lagi.. lempar lagiii... aaaaaaarrghh...!!
setelah selesai semuanya.. yang terakhir ta lempar adalah GELAS NYA...!!!!! begitulah...
imajinasi datang silih berganti sampe akhirnya Gelasnya yang ta jatuhin.. paling susah nge-set fokus dimana jatuhnya si Gelas dan dramatisir dari air harus mantap.. sekarang gantian, posisi yang digigit adalah Gelas...!! ya... Gelas..!! sakit jiwa... al hasil... semua yg terbuat dari kain yang ada di kamar... dicuci paginya.. basah booo..
Begitulah, tangaku cuma dua, kaki cuma dua [ada seh satu "monopod", tp size cuma buat poket wakakakaka....]
Hasilnya mungkin biasa biasa saja.. tp yg ingin saya share disini adalah, dengan berbekal peralatan seadanya, dan imajinasi serta kemauan yang kuat.. Ga Ada yg Ga Mungkin !!!! No Pain.. No Gains !!!
[Maulidy]
 Ada banyak jalan untuk mendapatkan teman, ada banyak cara untuk menjadikannya ikatan persaudaraan. Ikatan persaudaraan adalah hirarki tertinggi dari sebuah nilai pertemanan. Tak perduli apakah semuanya baik, semuanya buruk, satu diantaranya baik maupun satu diantaranya buruk. Ada yang tua, ada yang muda, ada yang hitam ada yang putih, ada yang dewasa ada yang kekanak-kanakan, ada yang ceria ada yang lara, ada yang kaya ada yang biasa, ada konflik ada penyelesaian, ada menyerang ada bertahan, ada yang saling serang dengan bumbu kental persahabatan, semuanya terbalut dalam ikatan lebih dari sekedar pertemanan. Seorang teman mengatakan "Apapun itu, santai aja... Itulah yang menandakan bahwa kita semua dekat dan erat..". Persaudaraan adalah Persaudaraan. No matter Who.. No matter What.. No matter How.. [maulidy]
 Memang terlalu picik, tp sedikit banyak juga tidak bisa disalahkan.. "Anda adalah lingkungan anda" ada yang memandangnya secara sempit juga ada yang memandangnya dari sudut lain yg memberikan persepsi lain. Anda berteman dengan orang yg taat beribadah, tnpa anda sadari sedikit banyak nilai2 itu akan mempengaruhi seperti apa anda, dan pada akhirnya [mungkin] anda juga akan menjadi orang yang taat beribadah. anda berteman dengan maling, [mungkin] anda menjadi maling.. anda berteman dengan anak2 gym, [mungkin] badan anda menjadi lebih muscular n ramping.. anda berteman dengan politikus, [mungkin] anda menjadi lebih pintar berbicara di dpn publik.. anda berteman dengan teman2 fakultas hukum, [mungkin] anda menjadi lebih hebat mempertahankan argumen.. mungkin.. hanyalah kemungkinan.. anda berteman dengan teman2 fotografi, [mungkin] anda lebih bisa menikmati foto.. anda berteman dengan photoshoper? [saya tidak bisa menjawab kemungkinan2nya] aku sendiri tidak habis pikir knp fotografi seni murni dan photoshoper seakan2 selalu bertolak belakang, tidak semua, tp kebanyakan common talk yg aku tangkap seperti itu. hmm.. orisinalitas foto? batasan2 kompromi dalam retouch? aturan2 baku? "Simple retouch itu seperti di era film yang dilakukan operator cetak dengan menaikkan kontras, memperbaiki warna buruk lewat filter, kroping seperlunya, memperbaiki WB yang salah, dodging dan burning. Jadi gak beda dengan di era film...Banyak anggapa salah soal original picture, Banyak yang mengira di era film tak ada retouch. Yang pasti, kalau kita tidak mengolah foto digital kita sama sekali, kita menyia-nyiakan kesempatan untuk tampil lebih baik. Jangan terlalu silau dengan keaslian deh. Keaslian foto itu ada di dalam benak kita. " - Arbain Rambey- Semua boleh berpendapat, semua boleh mempunyai sudut pandang, aku sendiri bukan dari keduanya, baik itu fotografer [sebagian orang lbh merasa nyaman disebut tukang foto] maupun photoshoper [sebagian ingin disebut designer], ya.. aku bahkan bukan dari keduanya, aku hanyalah penikmat foto.. Bagiku, seni adalah cipta rasa dan karsa. Rasa disini sangat subjektif bentuknya, karena bertujuan mengekspresikan sebuah karya dengan latar belakang imajinasi dan buah pikiran yang berbeda-beda. Bagi sebagian orang, mungkin karyanya spektakuler, tp bagi sebagian lain mungkin biasa saja, sangat subjektif. Walaupun semua sudah sesuai tuntunan teknis dalam penyajian karya seni yg sarat estetika.. tapi semuanya kembali lagi kepada Rasa dan pesan yang ingin disampaikan seniman melalui karyanya, serta Rasa dan pesan yang ditangkap oleh si pengamat hasil karya. Sebuah tulisan dari rekan yang mungkin bisa membuka pikiran kita semua [bisa diliat disini ]. [thx kang mas boss koh GGn] Fotografer ato Photoshoper? Bagiku yg sangat awam ini, anda yg strict dg seni murni silakan, dan anda yg mungkin explore sejadi-jadinya dg photoshop jg silakan.. atau kompromi dari kedua-duanya, silakan.. Bagiku, selama karya itu adalah hasil jerih payah dan keringat kita sendiri, apapun itu, hargailah dan nikmatilah.. syukur2 bisa dinikmati banyak orang, kalopun tidak, ya se gaknya kita menikmatinya utk diri sendiri, karena subjektifitas dimana seseorang mencoba mengekspresikan apa yg dia rasa.. dengan cara dia.. Berani tampil [baca:upload], berani menerima komen, kritik, hinaan, cacian, makian, tamparan, jejak2 kaki di muka akibat diinjek2, atau pujian2 klasik, kata2 manis bentuk apresiasi dan sebagainya.. apapun itu, tetaplah belajar.. dan teruslah belajar, yan! Dunia begitu sempit di mataku, aku berharap teman2 sekalian senantiasa membimbingku untuk membuka mata dan melihat dunia ini lebih luas seperti layaknya sebuah dunia di mata kalian.. Tak ada cinta tanpa persahabatan.. bukan pula, persahabatan tanpa cinta.. [maulidy]
Hei.. ini bukan blog tukar tambah barang bekas, apa yg ada hanyalah wacana dari sebuah teriakan yg sama sekali terbungkam oleh keadaan.Wohh, sebuah kijang yang terparkir rapi di garasi sudah tentu menjadikan rumah 'tampak' lengkap dipandang dari luar, kijang yang selama ini menemani setiap perjalanan, mengisi kekosongan yang mungkin hanya bisa aku rasakan.Ada kalanya yg namanya manusia tidak akan pernah puas akan sesuatu hal. Tak pernah puas pada konteks tertentu bisa jadi membangun karakter seseorang, tak pernah puas dlm ilmu misalnya, atau tak pernah puas untuk selalu belajar dan belajar. Tapi disisi lain, tak pernah puas bisa membawa kita pada lubang kenistaan dan terjebak di dalamnya.Suatu hari kijang yang bersih tertidur lelap di garasi. Aku mengitari salah satu sudut kota dengan motor bututku [baca: my lovely Repsol '92]."Tiiiiiiiiiiiiiiittt..!!" terdengar suara yg mengagetkan dari belakang, tampak sebuah Avanza terbaru dengan gagahnya berusaha mendahului ku dan kemudian bersiap utk parkir di sebuah pertokoan. Alangkah eloknya, fantasi ku terbawa bagaimana rasanya duduk di kokpit besi berjalan terbaru itu, dengan perlengkapan mutakhir, console yg apik serta jok kulit termahal.Lamunanku terus menjelajah setiap sisinya, terkekang di sana dan tak bisa keluar, Avanza itu tampak tersenyum menawarkan keindahan yang dia miliki, seakan membukakan pintu bagiku untuk masuk dan duduk di dalamnya.. mungkin menyenangkan.. mungkin.."Ddrrrrrtt...drrrrrtttt..." getar hp ku di kantong mengusik kesenangan yang baru saja tercipta."Syg.. kmu dmn?" terdengar suara di seberang sana.Khayalan hanyalah khayalan, walaupun ada kesempatan mewujudkannya, tapi realita lah yang kembali menyadarkan.Aku masih memiliki kijang tercintaku yang jauh lebih baik dan aku tau betul seluk beluknya walaupun diantara keduanya datang dari makhluk yang sama.. Toyota.Aku masih memiliki kijang tercintaku yang senantiasa menemani dalam suka dan duka, dari pertama kali belajar nyetir sampe sekarang, dari mengantar orang2 tercinta yang sudah tiada, dan sebagainya..Dalam sebuah hubungan, aku memang awam, aku tidak mengerti banyak, ada kalanya disaat seorang manusia tergoda menghilangkan segala akal sehat yg selalu ada. Avanza itu memang baru, menggiurkan, serta membukakan pintu, tp aku akan tetap bersama kijang-ku.. apapun masalahnya, apapun halangannya dan apapun hambatannya.Seperti halnya repsol-ku [baca: motor butut], tidak ada keinginan untuk menggantinya, walaupun bisa, walaupun ingin, walaupun tergiur..Itulah.. menukar kijang dengan avanza bagiku bukan sesuatu yang penting, kalo pun pengen jangan nanggung, minimal Landrover Freelander lah sekedar perbandingan utk membuat orang berpikir.Bagiku yang terpenting adalah bagaimana memelihara kijang tersebut, sampai pada saat kita tidak punya pilihan. Saat ini mungkin hanyalah kijang, tp bagiku...................................... inilah The Landrover - Range Rover Vogue ku.. yang akan selalu menemaniku.. dan menjadi ibu dari anak2ku..[maulidy]
 Aku dan kesendirianku.. Tak ada hidup yang tak mudah, karena inilah hidup, semua merasakan, semua dirasakan.
Baik buruk, kelamnya hitam terangnya putih, surga neraka, suka dan duka. Tak ada yang istimewa sampai saat ini, kecuali bisa menyayanginya dengan setulus hati.
Menempuh setapak harapan, dengan segala pertentangan yang ada, segala dukungan yang seadanya.
Entah sampai kapan aku akan bertahan, dalam meniti cita dan impian tanpa seorang pun yang bisa mengerti akan duniaku, selain aku sendiri. Aku dan mimpiku.. Manusia akan merasa hidup ketika dia memiliki mimpi, baik itu secercah maupun jutaan mimpi. Orang tua hanya mempunyai harapan, dan kamilah sebagai anak-anaknya yang mempunyai impian dan melewati ribuan rintangan yang senantiasa mendampingi untuk meraih yang terbaik.
Aku masih punya mimpi, bahkan mungkin di luar perkiraan mereka. Aku masih punya fantasi, yang selalu terbayang seiring buaian malam mengantar tidurku. Aku masih punya obsesi, yang akan memakan banyak korban bahkan diriku sendiri. Aku masih ingin hidup, dan menggapai mimpi-mimpiku, walaupun sakit dan bahkan ketika aku tak bisa merasakan kakiku sendiri untuk berpijak, tanganku untuk menggenggam, dan hatiku untuk berbisik.
Aku akan terus berkarya, walaupun sampai pada keadaan bahwa karya itu hanya untuk diriku sendiri, setidaknya ada hal yang bisa dibanggakan, setidaknya aku masih bisa bangga pada diriku sendiri, walaupun mereka tak akan pernah menganggapnya ada.
Aku dan mimpiku, tak akan pernah mati..
[maulidy]
(next : Maulidy.. chapter #2)
Ah.. Cuaca tidak begitu bagus hari ini, yahh setidaknya untuk sebuah langit yang menunjukkan jam 12 siang, status "Lagi Sekolah" memang tidak dipisahkan denganku beberapa hari ini, ntahlah.. Bagi sebagian orang ; status bisa merupakan ekspresi dari apa yang dia rasakan dan ingin dia ceritakan kepada orang pada saat yg bersamaan ; tp bagi sebagian orang yang lain.. status hanyalah status, tidak lebih.
Sebuah new message tiba-tiba menyibak lamunanku, "Buzz..." (apakah tidak ada kata sapaan yang lebih baik dari itu?), di layar munculah sebuah nama dari seorang rekan yang yaahh (mungkin bagiku lebih dari seorang rekan, bisa jadi mentor, guru, dosen, ato apapun) dimana bisa dikatakan sangat berperan dan sll membimbing setiap ketidaktahuanku ttg hidup..
Sebuah kertas yang gelap dimataku, akan menjadi lebih terang dan bercahaya dengan cara bagaimana dia memandang, itu semua pada akhirnya kembali menghidupi mimpi-mimpiku yang selama ini sempat terusik, sempat teriris, oleh sesuatu yang memang harusnya tak ada.. dan tak pernah terjadi, tp sebuah mimpi.. apapun itu, akan tetap kuwujudkan, karena aku.. adalah pemimpi..
Matahari semakin turun, mendung ini tak kunjung pergi, tak terasa aku sudah berada di sebuah meja, kembali terduduk dan melamun, sampai sebuah sapaan yang ramah membuyarkan semuanya, "Mas.. silakan, mo pesen apa?" Mataku menjelajahi setiap sudut menu, lembar demi lembar, yang nampak tidak lain dan tidak bukan adalah Kopi.. Kopi.. Kopi.. dan Kopi..
Tanpa memperdulikan si waitress yang menunggu disamping, lamunanku kembali membuka sebuah kotak yg selama ini tertutup rapat, terkubur dalam, dan tak pernah tergali.
"Ayaaah... ayaah.. aku mau ituuu," kata seorang anak menunjuk ke arah cangkir besar dengan kepulan asap menggumpal di atasnya. "Iyaa.. sebentar, masih panas, ntar ayah pindahin ke piring biar cepat dingin." Kata si ayah sembari memeluk si anak dan mencoba menenangkannya dengan senyuman yang bijak layaknya seorang ayah yang hanya memiliki bulan bintang dan matahari satu-satunya dalam hidupnya. "Ga mauuu.. aku mau sekarang, aku mau itu..! aku mau ituu..!!" si anak merengek, dan terus merengek, matanya berkaca-kaca, mukanya memerah, tak terbendung lagi tumpahlah air mata, mengalir dikedua sisi pipinya.. "Yah.. jangan dikasih, masih kecil, takutnya knp2.." sebuah suara menyela dari belakang sambil berbisik pelan, tampaklah seorang wanita paruh baya dengan guratan muka yang kasar pertanda dia seorang pejuang keras kaum masyarakat bawah yang memeras keringat untuk membantu suaminya yang hanyalah seorang guru SD di sebuah pinggiran kota. "Jangan begitu, biarkan dia mencicipi sedikit, biar dia ngerti kalo ini yang namanya Kopi.." kata sang ayah dengan bijak menengahi sebuah pertikaian kecil, seraya memeluk si anak dengan sayangnya yang tak tergantikan dan melemparkan senyum serta mengusap air matanya.. "Ayo sama bunda dulu ke teras, sambil nunggu minumannya dingin.. tuhh liat asapnya masih banyak, tunggu sebentar yaa.. sana sambil main di depan dulu sama bunda.." bujuk sang ayah ringan. "Ga mau..! bunda jahat.. bunda jahat.." si anak tak ingin digandeng bundanya, dia berlari sekencang-kencangnya menuju teras, tak ingin ditemani, tak ingin diiringi.. berlari dan terus berlari.. hingga semuanya menjadi gelap.. tak ada cahaya.. sama sekali tak ada..
"Ayaaaah...!!" teriakanku memecah keheningan malam, keringat ku membasahi apa yang melekat di tubuh ini, mamah berada disampingku.. menangis.. "Kamu mimpi lagi.. ganti bajunya dulu, biar bisa tidur lagi.." kata mamah sembari mengusap air mata dipipinya. "Mana papah?" tanyaku "Papah diluar, kami terbangun mendengar kamu berteriak-teriak di kamar, takut kenapa2.." jawab mamah sembari menenangkanku. "Besok kita ke dokter, tepat 10 tahun sejak kejadian kopi itu, sudah saatnya tanganmu diperiksa lagi, semoga tulangnya sudah jauh membaik dan kamu bisa kembali bermain bersama temen2, ayo tidur lagi.." kata mamah yg perlahan membalikkan badannya dan menutup pintu kamar.
"Irish coffee? ato yang Toraja?" waitress tadi lagi2 membuyarkan lamunanku, "Oh.. sebentar mbak, espresso itu seperti ini ya?" sembari menunjuk ke arah cangkir rekanan yang memang tidak asing lagi di dunia Kopi. "Iya, lu mau kyk gene? ntar pingsan lu.. pahit!" ejeknya karena mmg air mukaku saat itu mengatakan bahwa semua yg tertulis di menu ini adalah baru bagiku "Udah black coffee aja.. cangkirnya gedean, ya perbandingannya punya gw ne bisa dibikin 3-4 cangkir black coffee lho, black coffee aja dulu.." sambungnya tanpa memberikan kesempatan aku berpikir.
"Tuh kan, harusnya ga usah lari2, jadinya gene deh.." kata bunda menghela nafas panjang "Sudah.. sudah.. yg penting udah gpp, msh untung ga kenapa2.." sela ayah mencoba menetralkan suasana, kembali dengan raut wajahnya yang khas dan bijaksana. "Aduhh.. sakit" hanya itu yg bisa kuucapkan ketika mencoba mengangkat tangan kiri yang sudah dibalut perban dan gips, tak bisa digerakkan, tanganku mati rasa.. "Jangan banyak bergerak.. tidak terlalu parah, untung cepat dibawa ke rumah sakit" ayah mencoba menahan badanku agar tidak bergeser. "Ingatkan ayah utk menebang akar pohon belimbing itu besok pagi, ya?" kata ayah ke bunda sambil mengisyaratkan utk menyiapkan peralatan kebunnya, bunda pun mengangguk, senyap..
"Milih Kopi kayak milih Lensa aja..!!" kata itu seraya menyadarkanku akan semua kisah lalu yang telah terkubur dalam, ribuan BAB sempat terurai jelas dimataku dalam hitungan detik, ribuan halaman yang pernah mengisi hidupku, masa kecilku "Black coffe aja dulu.." tutupnya dan mengisyaratkan ke waitress untuk memproses pesananku. Tak lama, sebuah seduhan Toraja terhidang rapi diatas meja, lengkap dengan kepulan asap yang menggumpal, dan pusaran air hitam bekas adukan, gelap.. kelam...
"Yan! kamu harus pulang sekarang.." kata wali kelasku, didepan sana berdiri Mamah yg mengisyaratkan harus ikut dengannya sekarang juga. "Ada apa ini?" pikirku, namun kata itu tak sempat keluar dari mulutku yang tertutup rapat, hanya raut mukaku yg gundah yg dipenuhi semua tanda tanya..
Ah ramai sekali.. tak biasanya.. Eh, tampak bunda berlari ke arahku sembari memeluk dan uraian airmata, dengan bibir bergetar dan terpatah-patah, bunda mencoba membuka mengucapkan sebuah kalimat..
"Ayah meninggal..." tak sampai habis kalimat itu, bunda kembali menangis sejadi2nya..
Orang2 membuka jalan untukku, seperti seorang raja yang menjenguk rakyat kecilnya.. mamah tetap menggandengku, sampai pada sebuah ruangan, dimana orang2 duduk mengelilingi ruangan itu, dan seonggok tubuh tertutup kain putih, terdiam, tak bergerak.. hanya isak tangis, dan wangi kayu jati yang mengisi seluruh ruangan..
Aku duduk, tepat disamping ayah, wajah bijaksananya tak hilang tertelan keheningan, wibawanya utk membesarkanku tak berpindah, tak tergantikan, tak tersapu angin takdir Tuhan.
Aku terdiam, semua memelukku, dan membimbingku untuk mengecup kening ayah untuk terakhir kalinya, sebelum semua kain ditutup, dan dipindahkan ke tempat peristirahatan ayah yg terakhir. Tak ada air mata yang mengalir, aku masih terlalu kecil untuk memahami apa yang terjadi.. tp satu yang aku tau, ayah telah tiada, senyum khas itu tak akan aku dapati lagi, pelukan sayangnya, perlindungannya, kebijakannya untuk sebuah arti hidup, tak akan aku dapati lagi, namun semua itu terlukis jelas di sisi terdalam hati ku, ingatanku, masa kecilku, masa laluku, dan dalam setiap langkahku..
"Kopi kok pake gula..!" ejekan khas bersahabat itu kembali menarikku ke ruangan dimana diatas meja terseduh Toraja black coffe yang kepulan asapnya mulai menipis. Ntah mereka sudah berkoar berapa paragraf baik itu mengejek, mengomentari, ato mungkin bercerita tentang ini itu.. yang semuanya hanya lewat di telingaku, ntah apa yang sudah aku lakukan, menuangkan butiran demi butiran gula putih ke cangkirku, mengaduknya, dan sebagainya, semunya hanya lewat ditelingaku.. aku tidak sedang berada bersama mereka.. tp aku sedang bersama ayah..
Setelah mendiamkan beberapa saat, aku menatap Kopi itu dengan dalam, sembari mendekatkan bibir cangkir ke mulutku, dan.. Slrruuupp.. ugh.. pahit.. dan sang dewa kopi di sampingku menyeringai puas seolah menertawakan khas persahabatannya ke aku dan kopi pertamaku..
Ini Kopi pertamaku.. setelah sekian lama ayah tiada Ini Kopi pertamaku.. setelah ayah mencoba mengajariku ttg arti sabar Ini Kopi pertamaku.. setelah ayah yang selalu bijak, sayang, dan memberikan segalanya kepada anaknya, walaupun tampak tidak masuk akal utk seorang anak berumur 3-4 tahun untuk minum secangkir Kopi panas
dan Ini Kopi pertamaku.. setelah lembaran itu terbuka, dan kembali tertutup rapat di sisi hati terindahku.. dan Ini Kopi pertamaku.. yang mengatakan kepadaku bahwa dibalik pahitnya Kopi ini, ada sebuah sisi indah yang selalu akan ku kenag sepanjang nafasku..
Ayah, Bunda, Aku tau kalian sekarang berada ditempat yang terbaik yang pernah ada.. dan aku berjanji suatu saat kelak, aku akan berada disamping kalian, berkumpul lagi seperti dahulu..
Untuk menikmati.. Kopi Pertamaku.. bersama Kalian.. Di Sana.. Insya Allah..
[maulidy]
Ini Dunia Baruku.. kenapa aku selalu berada di sini? Kenapa aku selalu terlarut dalam duniaku? Ini Dunia Baruku.. Aku bertemu bermacam-macam manusia Dari yang bisa menghargai sampai mereka yang menilaiku begitu murah Dari yang bahu membahu sampai yang saling menyikut Aku pun tak tau kenapa aku bisa masuk dalam dunia baruku ini Sempat aku berpikir “Seandainya keadaannya seperti ini, aku ga akan masuk dunia ini.” Sapa yang disalahkan? Layaknya sebuah kolam.. Aku sudah melangkah, aku sudah melompat, atas dasar apa? Aku hanya ingin mencoba... Aku ingin mencoba.. Ingin mencoba.. Mencoba.. Aku tak tau.. Apakah air itu dalam.. atau dangkal.. Apakah air itu panas.. atau dingin.. Apakah air itu sehat.. atau sakit... Sekarang aku tau.. Kenapa harus menyalahkan? Sapa yang pantas disalahkan? Aku...! Aku lah yang salah... Karena aku melangkah dan melompat ke kolam itu.. Hanya berdasarkan.. Ingin mencoba... Dilematis? Bisa tidak.. bisa iya.. Aku menikmati duniaku, banyak ikan yang bisa kutangkap Banyak teratai yang bisa kuraih, banyak kerang yang bisa kurengguk Banyak bintang laut yang bisa kukagumi, banyak mutiara yang kudapat Banyak lumba-lumba yang menemaniku, banyak hal baru yang menyertaiku Aku bisa melakukan apa saja Aku bisa melakukan semua Aku bisa mendapatkan yang aku mau Namun satu yang tak pernah bisa terbalas.. Waktu yang dia sediakan untukku.. Takkan pernah terbalas.. takkan pernah terganti.. Karena ketidakmampuanku.. Karena keterbatasanku.. Karena dunia baruku.. Takkan pernah terbayar.. sampai kapanpun.. Takkan pernah bisa.. Aku... takkan pernah bisa..
... [maulidy]
Setia?? Why Me? ... istilah Rumput Tetangga Lebih Ijo emg ga akan pernah lepas dari dunia yg nista ini.
Kalo tetangga cuma punya rumput.... Aku punya kebun bunga yang indah, elok dan chantik yang selalu menebarkan wanginya ketika mentari mulai bersinar, menghiasi hari ku dengan warnanya, menghadirkan ketenangan menyambut senja, serta menyelimutiku dalam dinginnya malam, bersiap mekar bersama embunnya pagi...........
Ga ada alasan bagiku untuk melihat tetangga yang hanya punya rumput... yang walaupun hijau.. rumput adalah rumput... tetaplah terinjak... ... ... ... ... ...
Ching-ku, thx buat semua yg pernah-akan-dan selalu Ching berikan... ...... [maulidy]
Dlm prjalanan sepulang kantor, iseng aku nanya ke istri ku, "Ching, Seligkuh yg gmn se yg mnrt Ching paling,paling dan paling menyakitkan?" Ching spontan jwb, "Selingkuh ma sahabat sendiri.."
Aku senyum aja dengernya.. sambil dengerin n natap matanya, dia nggambarin ini itu ttg selingkuh yg menurut dia akan paling nyakitin bgt. Merasa didengarkan, dia semakin nyaman, sampai akhirnya dia pada kalimat terakhir setelah menghela nafas sejenak...
"Kalo menurut Bo, yg paling nyakitin tu Selingkuh yg gimana?" tanyanya.................
Aku diam sejenak........ setelah menatap mataku dengan dalam, aku hanya menjawab dengan 1 kalimat singkat....... "Selingkuh Ketika Kita Bercinta, dan Pasangan Kita Membayangkan Orang Lain.."
Dia langsung memelukku dan aku merasakan kejujuran yg sangat dalam dari dirinya dan semua yang kami omongin tadi hanyalah pikiran yg tidak akan pernah ada dalam rumah tangga kami...... Luv U Ching, .... -maulidy-
bila esok kau mencintainya... ... cintailah karena kau mencintainya.. ...
[maulidy]
Membosankan.. tak ada harapan.. tak ada jawaban.. Bosan... Andai diperlihatkan.. barang sedikit.. setidaknya masih ada asa tersisa.. Namun semuanya kelam.. tak kunjung terang.. tak kunjung datang... Entah sampai kapan.. esok? lusa? bulan depan? tahun depan? Masa depan tak jelas ketika hanya bergantung dan berharap pada orang.. Aku masih punya mimpi.. Aku akan selalu memilikinya.. Aku akan mengejarnya.. Dengan caraku.. Dengan Usahaku.. Dengan Doa-ku.. Bukan dengan bergantung seperti ini.. Selamat tinggal karya yang pernah tercipta.. ... maulidy
| |